3 Peninggalan Kerajaan Aceh yang Hingga Kini Masih Utuh dan Terjaga

shares |



Kesultanan Aceh atau kerajaan Aceh adalah salah satu kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar di Sumatra. Kerajaan yang dibangun oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496 ini memang selalu berkembang sangat pasat dijamannya. Hal ini terbukti dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas dibandingkan dengan kerajaan kerajaan lainnya di Aceh. 

Selain itu kerajaan Aceh juga sempat berjaya hingga beberapa waktu lamanya. Termasuk dalam salah satu kerajaan Islam di indonesia, kesultanan Aceh nampaknya juga meninggalkan beberapa eninggalan sejarahnya yang hingga kini masih utuh dan terjaga sangat api. Berikut ini adalah 3 peninggalan kerajaan aceh yang masih utuh hingga sekarang meski telah memiliki umur beratus ratus tahun. 

Makam Raja Aceh Sultan Iskandar Muda 



Sultan Iskandar Muda menjadi salah satu pemimpin yang berhasil membawa Aceh ke puncak kejayaan. Pasalnya di bawah kepemimpinannya Aceh mampy menjadi pusat perdagangan serta pusat belajar Islam di Nusantara. Hingga kini makam beliau masih terjaga utuh dan sering dikunjungi sebagai tempat iarah. Makam beliau berada di baperis, kelurahan peuniti, kecamatan baiturrahman, banda Aceh.

Benteng Indra Prata 



Benteng Indra Prata kini menjadi sebuah objek wisata lokal. Dimana sebagai salah satu peninggalan kesultanan aceh. Seperti yang kita ketahui Aceh sempat dihantam oleh tsunami besar namun hal tersebut tak mempengaruhi kokohnya Benteng Indra Prata. Kini benteng tersebut masih terlihat utuh dan kokoh mesi telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. 

Masjid Raya Baiturrahman 



Masjid besar diaceh ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022H/1612M di pusat kota Banda Aceh. Tak pelak masjid Baiturrahman menjadi pusat kegiaan keagamaan di Kota Aceh Darussalam. Selain itu masjid Raya Baiturrahman kini masih berdiri kokoh ta heran kinijuga dijadikan sebagai tempat wisata realigi bagi orang orang yang berada di Aceh. Bahkan sama seperti Benteng Tsunami pun tak mampu menggerus kokohnya Masjid Baiturrahman.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar